Kritik buat Pemkot Demak


Hari raya Idul Adha telah lewat, mungkin tidak ada yang terlalu berkesan di Hari Kurban tahun ini. Ini hanya sedikit cerita atau mungkin keluh kesah saat saya pulang ke kampung halaman di Kudus. Kesialan atau mungkin cobaan bertubi-tubi menghadang, pertama rencana sehari sebelum hari itu harus sudah sampai rumah. Tapi yang terjadi saya malah ketiduran karena kecapaian setelah seharian bekerja, dan di dukung oleh hujan lebat dan mati lampu.

Keesokan harinya ketika bangun tidur pukul 03.20 WIB karena sakit perut, ya mungkin ini alarm dari Tuhan fikirku. Namun sialnya kamar mandi airnya tidak mengalir, terpaksa pergi ke POM Bensin terdekat untuk BAB. Setelah itu langsung berencana pulang ke Kudus karena memang harus pulang, menunggu angkutan kota keterminal begitu lama. Fikir punya fikir akhirnya naik motor Kawasaki Ninja untuk ke genuk, siapa tahu disana ada Bus yang langsung ke Kudus. Setelah memarkir motor di titipan motor langganan akhirnya menunggu bus di Pos Polisi genuk, dan bukan merupakan proses yang sebentar. Sampai di genuk pukul 06.30 dan ada bus langsung lewat pukul 08.30 WIB, ya sudah lah ngobrol kanan kiri bersama Pak Polisi.

Perjalanan ke Kudus memang tidak mengenakkan, pertama karena posisi jalan sepi bus pun berjalan kencang walaupun jalanan bergelombang dikarenakan perbaikan jalan yang belum selesai. Yah mungkin itu kesalahan Pemerintah Demak yang mengadakan Perbaikan jalan menyeluruh secara bersamaan, dan itupun mengakibatkan banyak pekerjaan terbengkalai. Sesampainya di rumah di sambut oleh beberapa pekerjaan yang memang harus saya bantu untuk menyelesaikan di karenakan memang sedang ada acara lamaran dari adiknya mami. Banyak sekali makanan yang tersedia, tapi itu malah membuat saya mual karena terlalu banyak. Kondisi kesehatan papa sudah mulai membaik namun tetap saja badannya masih bengkak-bengkak karena penyakit diabetesnya sudah merambat ke Ginjal.

Pulang dari Kudus bersama saudara naik motor, pertama di keluar kudus di hadapkan pelebaran jalan yang sungguh membuat kelabakan pengendara motor. Hal itu terjadi karena permukaan Aspal baru yang tidak merata, dan perbaikan yang separuh-separuh. Melewati jalan lingkar demak arus di alihkan agar lewat jalan lingkar yang tentunya jaraknya lebih jauh dari jarak bila melewati kota, dan terpaksa berputar untuk menghindari penghalang jalan. Sesampainya di tengah kota arus di alihkan lagi karena masih ada perbaikan Pasar Bintoro yang kebakaran beberapa tahun lalu dan sampai sekarang belum selesai di perbaiki. Kemacetan lalu lintas yang terjadi tanpa adanya pihak berwajib yang membantu mangatasi kemacetan itu sungguh bikin kesal.

Setelah melewati Terminal Demak, ada tulisan "Sepeda motor dan Roda dua lewat jalur lambat" dan ada beberapa orang polisi yang mengarahkan motor untuk melaju di jalur lambat tersebut. Terpaksa harus mengikuti aturan agar tidak kena tilang oleh bapak polisi yang terhormat. Namun disini sedikit kritik yang tentunya untuk DPU Pemkot Demak dan Aparat Kepolisian Demak, Karena kondisi jalan yang sungguh sangat memprihatinkan dan tidak layak pakai sehingga banyak kendaraan yang memilih untuk melewati jalur cepat.
Kurang lebih seperti ini karena tidak membawa kamera jadi tidak sempat memotret.

Kondisi jalan yang 80% berlubang dan di genangi air membuat kenyamanan perjalanan menjadi terganggu dan bisa menjadi faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas karena memang lubangnya memenuhi ruas jalan yang cuman 1 - 2 meter itu. Keadaan di perparah oleh Bapak Polisi yang ada di Sebrang jalan yang sedang menulis surat tilang dikarenakan ada pengendara roda dua yang lewat jalur cepat, sungguh naas nasib pengendara itu berusaha menghindari jalan yang rusak malah kena tilang.

Ini sedikit kritikan, kalau memang mau membuat peraturan bahwa kendaraan roda dua harus lewat jalur lambat, tolong dong lihat kondisi jalur lambatnya. Apa memang layak untuk di lewati kendaraan roda dua, atau untuk di lewati bajak petani.

Kritik yang membangun, jangan di jadikan bahan cercaan.

3 Comments for Kritik buat Pemkot Demak:

agusdemak write.. 31 Desember, 2008 Delete

"ah mungkin itu kesalahan Pemerintah Demak yang mengadakan Perbaikan jalan menyeluruh secara bersamaan, dan itupun mengakibatkan banyak pekerjaan terbengkalai."

(Lha saudara ini yang aneh, wong memperbaiki jalan kok dibilang kesalahan. Bukannya itu demi kenyamanan saudara berikutnya kalo kapan2 mudik ke rumah? lha kalau tidak diperbaiki dan akhirnya berlubang disertai genangan air, nanti saudara menggerutu... Numpang lewat jalan orang kok masih menggerutu, harusnya terimakasih mas. Ya jelas menyeluruh mas, biar sekalian bagus, nanti kalau tidak menyeluruh dikiranya mbangun kok setengah2..)

"Hal itu terjadi karena permukaan Aspal baru yang tidak merata, dan perbaikan yang separuh-separuh"

(Sebenarnya pengaspalan yang separuh2 itu memang disengaja, mungkin jika anda tau masalah konstruksi akan mafhum, hal itu agar jalan yang sudah diperbaiki kuat dulu, dan bisa dilewati. Kalau memanjang teruuuuus sampai mentok nanti malah bikin tambah macet. Saya yakin lah yang berwenang mengurusi itu lebih faham karena itu memang dunia mereka. Kita2 sebagai kaum awam manut saja, asal itu demi kemaslahatan masyarakat bersama - penduduk lokal dan orang yang numpang lewat macam sampeyan-. Semuanya memang butuh pengorbanan wahai sodara. Lebih baik kita ga enak dulu, tapi nanti kedepannya lancar jaya)

Demikian komentar saya sebagai masyarakat aseli se aseli aselinya kabupaten Demak tercinta. Jer Basuki Mawa Beya - Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian (kata pepatah)

salam,
AgusDemak

Denny write.. 01 Januari, 2009 Delete

Tapi ra nguati pak.. dah 1 Tahunan'e..

Ya semoga next lebih baik lah, soalnya yang baru juga sudah mulai rusak tuh.

Klik Asik write.. 03 September, 2009 Delete

sebenernya aku asli orang demak.....tapi belum ngaku orng demak?
cos kota ne belum bagus masih semrawut...

Posting Komentar

Spam is not Good for your Body :)

 
© 2010 Blogger Tutorial | Powered by Blogger | Valid X/HTML (Home Page)
Framework: Choen Design: Denny
Back To Top