Dimana Ibu Kartini



Dimana Ibu Kartini? Zaman sudah berganti sejarah sudah semakin luntur di telan kemajuan, dimanakah Ibu Kartini. Semangat dan dedikasinya untuk para kaum wanita yang sekarang semakin terpuruk dalam kebodohan kini tenggelam dalam glamor kehidupan tanpa bisa kembali ke dalam kodratnya sebagai seorang wanita.

Dewasa ini seiring kemampuan manusia untuk berkembang memang banyak kemajuan yang di peroleh kaum wanita, salah satunya Mantan Presiden Megawati. Beliau adalah Presiden Pertama Indonesia yang bergender wanita dan mampu menunjukan eksistensinya di dunia politik. Namun di balik semua kemajuan yang ada, terbesit kengerian dalam menghadapi semakin kerasnya kehidupan sekarang.

Bayangkan kaum wanita sekarang ini, semakin bebas dan semakin tidak bisa menempatkan dirinya sebagai kaum wanita seperti apa yang di harapkan Ibu Kartini pada zamannya. Disurga beliau pasti menangis antara bahagia dan sedih melihat kemajuan yang diiringi hilangnya moral kaum wanita saat ini. Wanita yang seorang Ibu bagi anak-anaknya, seorang istri bagi para suami, dan seorang anak perempuan bagi kedua orang tuanya kini hanya bisa mengumbar nafsu duniawi tanpa memperdulikan cita-cita Kartini.

Perkembangan mode dan lifestyle memang membawa titik terang untuk kemajuan, namun Individu yang belum bisa mengontrolnya akan terjerumus kedalam jurang yang tidak jelas ujungnya. Maraknya prostitusi semakin menambah luka Ibu Kartini, belum juga wanita yang secara gamblang membuka auratnya hanya untuk memamerkan kemolekan tubuhnya. Sebagai seorang pria saya sendiri merasa sedih melihat apa yang ada sekarang ini, namun saya tidak munafik kalau saya sendiri menikmatinya. Tapi dalam hati kecil saya tetap ada perasaan jijik dan pertanyaan besar
Kemana wanita-wanita dengan semangat Ibu Kartini sekarang ini?
Di berita-berita berbagai media masa terdapat banyak sekali kasus pemerkosaan dan pelecehan kaum wanita. Itu semua terkadang tidak lepas dari kesalahan wanita itu sendiri, dimana dia dengan santainya memancing birahi lawan jenisnya. Namun itu juga tidak lepas dari kesalahan pihak yang melecehkan, yang dalam hal ini tidak bisa mengontrol nafsunya. Beberapa waktu yang lalu saya sempat jalan-jalan ke salah satu mall di kota Semarang, walau termasuk kota kecil di banding Jakarta namun perkembangan mode di Semarang sudah termasuk maju. Sambil berkeliling melihat-lihat saya sedikit mengehela nafas melihat pemandangan sekitar, dimana para wanita dengan memamerkan paha, perut serta dengan belahan dada yang sedikit terbuka. Apakah itu tidak memancing nafsu birahi dari lawan jenis namanya?

Memang ada beberapa lapisan masyarakat yang perduli akan hal ini dan semoga dapat membawa titik cerah dari keterpurukan wanita yang terkamuflase dengan kemajuan zaman. Dengan semangat Ibu Kartini mari kita bersama-sama instropeksi, dimana letak kesalahan dan apa yang harus di perbaiki untuk kepentingan kita bersama.

7 Comments for Dimana Ibu Kartini:

vie_three write.. 21 April, 2009 Delete

yang jelas buat para wanita met hari kartini......

bunda azka write.. 21 April, 2009 Delete

yg pasti itu karna perubahan jaman mas.

oh ya.. met hari kartini aja. semoga para wanita bs jd lbh baik lg dlm hal postif

Denny write.. 21 April, 2009 Delete

Iya fitri dan bunda azka, semoga hari kartini bisa mengingatkan akan semangat kartini..

walau aku yakin hanya sedikit wanita indonesia yang ingat hari ini hari kartini karena kesadarannya, bukan karena di beritahu seseorang / media

PAMBIWARA write.. 22 April, 2009 Delete

Selamat hari kartini
lumayan artikelnya
salam kenal dan persaudaraan, blog solo
www.pambiwara.blogspot.com

-::: R-AdHa :::- write.. 22 April, 2009 Delete

gan tulisan kamu bagus, salam kenal yah dari gue :)



www.rizaladha.com

Denny write.. 24 April, 2009 Delete

Terimakasih semua :) n salam kenal juga

negeri hijau write.. 25 April, 2009 Delete

Ibu kartini sedang bersusah hati, jadi dia mengurung diri dalam kamar.

coba bangunkan, mungkin sedang tidur...

Posting Komentar

Spam is not Good for your Body :)

 
© 2010 Blogger Tutorial | Powered by Blogger | Valid X/HTML (Home Page)
Framework: Choen Design: Denny
Back To Top